My Mother is Love
My Father is Love
My Prophet is Love
My God is Love
I am a child of Love
I have come only to speak of Love

"Don’t see yourself as a body of clay;
See yourself as a mirror reflecting the Divine beauty."

- Mawlana Jalaluddin Rumi (via majnun77)
Source: majnun77

"JADIKAN AKU PECINTA"

-

Oh, buatlah aku dahaga, jangan beri aku air!
Jadikan aku pecinta!
 Binasakan tidurku!

Maulana Jalaluddin Rumi

(via majnun77)
Source: majnun77

"THOLAMA ASYQU GHOROMI"

- Tholama asyku ghoromi yaa nurol wujud
wa unadi ya tihaami yaa ma’dinal juud

For so long I have complained of my loneliness
Oh light of existence, light of Allah…
I mention, I call you, oh, Noble Mecca,
Source of excellence and sublimity…

Mun-yati aqshol maromi ahzho bissyuhud
wa aro baabas salami yaa azkal judud

My ultimate expectation and goal is the meeting with you,
It is the crown of my success…
I have seen the Port of Safety,
Oh, he whose essence is purity….

Ya sirajal kauni inni aashiq muntaham
Mughramun wal Madhu fannii Ya Badrat Tamaam

Oh, Light of creations…
verily my longing for you has mountained…
My longing and poem becomes my art
Oh, Perfect Full Moon…

Ishrifil’aroodho’ anni adhnaanis saqom
fiika qod ahsantu zhonni yaa saamil’uhud

Remove the bothersome veil so that I may see you,
I have a strong expectation of your promise of safety
Oh, one who is firm in his promises,…

Yaa sirojal anbiyaa-i yaa’alil janaab.
yaa imaamal atqiyaa-i inna qolbi dzaab

Oh, light of the prophets, Oh, summit of purity,
Leader of the people of Taqwa, My heart is one with you…

Wa’alaikallahu sholla rabbi dzuljalal….
Yakfi yaa nurol ahillah inna hajri thool…

For you may there be the salutations of Allah,…
My Lord is indeed the Master of Every Perfection…
It’s enough for me, Oh, light of Allah,
To journey towards you, surely the separation is long…

Sayyidi wal’umru walla jud bil washli jud

My master, all my life you are my beloved,
Hasten my meeting with you… (via majnun77)
Source: majnun77

sarachaudhry:

“Every object, every being,is a jar full of delight.”-Rumi

sarachaudhry:

“Every object, every being,is a jar full of delight.”
-Rumi

(via my-weird-reality)

Source: sarachaudhry

"Malik bin Dinar Rahimahullah berkata, “Aku membaca dalam Taurat, “ Kami bangkitkan rindu dalam dirimu tetapi engkau tidak rindu kepada Kami. Kami mainkan seruling untukmu, tetapi engkau tidak menari."

- Ar Risalah - Imam Qusyairy Rahimahullah (via majnun77)
Source: majnun77

(via flyingfatkidd)

Source: Flickr / ditzbags

"EKSTASI CINTA"

-

Ketika Qais (Majnun) mabuk cinta kepada Laila, tidak ada yang dilihatnya kecuali wajah Laila, ketika ia melihat bunga mawar yang terlihat adalah wajah Laila, ketika ia menunduk ke bumi yang dilihat adalah wajah Laila.

Ketika seorang mengalami ekstasi cinta Ilahi, seperti sang Qais, apapun yang dilihatnya, maka yang terlihat baginya hanya Allah semata.

(via majnun77)

Source: majnun77

"Mankind are all children except him who is drunk with God. No one has reached maturity except him who has been freed from self-will."

-  Mathnavi I: 3426-30: Mawlana Jalaluddin Rumi (via majnun77)
Source: majnun77

"PEMUDA YANG MABUK CINTA"

- Sesungguhnya Dzun-Nun al-Mishri rahimahullah memasuki Masjidil Haram. Lalu ia melihat seorang pemuda asing dalam keadaan telanjang dan sakit di samping tiang. Ia merintih karena sangat sedih. Dzun-Nun berkata,” Aku lantas mendekati dan memberi salam kepadanya, Aku bertanya kepadanya,

’siapakah engkau, anak muda?’

Ia menjawab,’Aku orang asing yang jatuh cinta.’

Aku paham apa yang ia ucapkan, lalu aku katakan, ‘Aku pun sepertimu.”

Ia pun menangis dan karenanya aku pun ikut menangis. Ia bertanya,’ Apakah engkau menangis?

Aku menjawab,’Ya,sepertimu.’

Lalu ia menangis lagi dengan mengeraskan tangisannya dan menjerit-jerit sekeras-kerasnya. Pada saat itu [ruhnya keluar]. Lalu aku menyelimutkan pakaianku pada tubuhnya. Kemudian, aku keluar mencari kain kafan. Setelah membeli kain kafan, aku kembali lagi kepadanya, akan tetapi, ia tidak menemukannya di tempat semula. Lalu aku mengucapkan, ‘Subhanallah.’

Tiba-tiba, aku mendengar suara bisikan,‘wahai Dzun-Nun, orang asing ini adalah yang dicari setan di dunia, namun setan tidak menemukannya. Raja pun mencarinya, namun tidak melihatnya, malaikat Ridhwan pun mencarinya di surga, namun ia tidak menemukannya.’

Aku bertanya,’Lalu ia ada di mana?’

Lantas aku pun mendengar suara bisikan,’ Di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Ahakuasa (QS al-Qamar[55]:55); disebabkan kecintaan, banyak ketaatan, dan menyegerakan pertobatan.””

( Zahratur-Riyadh )
Source: majnun77

"CINTA YANG ANEH"

-

Al Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi bercerita (seperti disebutkan dalam kitab Kunuzus Sa’adatil Abadiyyah) :

Cinta itu aneh. Si pecinta dapat merasakan apa yang dialami oleh kekasihnya. Jika ada duri menusuk tubuh sang kekasih, si pecnta akan turut merasa kesakitan. Bahkan jika tubuh sang kekasih mengeluarkan darah, maka tubuh si pecinta juga akan mengeluarkan darah.

Orang-orang bercerita bahwa ketika Sayyiduna Alawi bin Al Faqih Al Muqaddam pergi haji, penduduk Haramain senang dengan kedatangan beliau. Suatu hari seorang Darwisy datang menemuinya dan berkata, “Kami minta makanan, jumlah kami ada sepuluh”. Habib Alawi berkata kepada pembantunya, “Berilah laki-laki ini makan malam untuk sepuluh orang”. Pembantu beliau lalu menyiapkan makanan tersebut.

Setelah disediakan ternyata Darwisy itu memakan habis semua makanan itu seorang diri. Si pembantu lantas bertanya, “Katamu untuk 10 orang, mengapa kamu habiskan semua?”. Darwisy itu menjawab, “Benar, jumlah kami 10 orang dan mereka semua sekarang telah kenyang karena aku telah memakan untuk mereka”. Si pembantu kemudian menemui Habib Alawi dan menceritakan apa yang telah dikatakan Darwisy itu kepada beliau.

Habib Alawi mendatangi si Darwisy, lalu bertanya, “Benarkah ucapan pembantuku?”. Dia menjawab, “Benar”. Aku tidak dapat mempercayai ucapanmu sebelum kau bawa teman-temanmu itu kemari. Aku akan bertanya sendiri kepada mereka.”.

Si Darwisy itu kemudian memanggil teman-temannya. Setelah mereka semua menghadap Habib Alawi, beliau bertanya, “Apakah kalian turut merasa kenyang setelah teman kalian ini makan?”

“Ya, kami semua sekarang sudah merasa kenyang”.

“Mungkin kalian telah bersepakat terlebih dahulu untuk mengatakan ini, aku butuh bukti yang kuat atas ucapa kalian ini, panggillah tukang canduk”.

Setelah tukang canduk datang, lelaki itu berkata kepada teman-temannya,

“Bukalah lengan baju kalian!”. Mereka membuka lengan baju mereka. Tukang canduk lalu mencanduk salah seorang dari mereka. Tetapi dari lengan mereka semua mengalir darah.

Beginilah cinta. Dapatkah kita merasakan cinta seperti ini dan kapankah kita akan mendapat cinta seperti ini. Cinta para pecinta Tuhan.

(via majnun77)

Source: majnun77