“Every object, every being,is a jar full of delight.”
-Rumi
(via my-weird-reality)
Source: sarachaudhry
Ketika Qais (Majnun) mabuk cinta kepada Laila, tidak ada yang dilihatnya kecuali wajah Laila, ketika ia melihat bunga mawar yang terlihat adalah wajah Laila, ketika ia menunduk ke bumi yang dilihat adalah wajah Laila.
Ketika seorang mengalami ekstasi cinta Ilahi, seperti sang Qais, apapun yang dilihatnya, maka yang terlihat baginya hanya Allah semata.
(via majnun77)
Al Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi bercerita (seperti disebutkan dalam kitab Kunuzus Sa’adatil Abadiyyah) :
Cinta itu aneh. Si pecinta dapat merasakan apa yang dialami oleh kekasihnya. Jika ada duri menusuk tubuh sang kekasih, si pecnta akan turut merasa kesakitan. Bahkan jika tubuh sang kekasih mengeluarkan darah, maka tubuh si pecinta juga akan mengeluarkan darah.
Orang-orang bercerita bahwa ketika Sayyiduna Alawi bin Al Faqih Al Muqaddam pergi haji, penduduk Haramain senang dengan kedatangan beliau. Suatu hari seorang Darwisy datang menemuinya dan berkata, “Kami minta makanan, jumlah kami ada sepuluh”. Habib Alawi berkata kepada pembantunya, “Berilah laki-laki ini makan malam untuk sepuluh orang”. Pembantu beliau lalu menyiapkan makanan tersebut.
Setelah disediakan ternyata Darwisy itu memakan habis semua makanan itu seorang diri. Si pembantu lantas bertanya, “Katamu untuk 10 orang, mengapa kamu habiskan semua?”. Darwisy itu menjawab, “Benar, jumlah kami 10 orang dan mereka semua sekarang telah kenyang karena aku telah memakan untuk mereka”. Si pembantu kemudian menemui Habib Alawi dan menceritakan apa yang telah dikatakan Darwisy itu kepada beliau.
Habib Alawi mendatangi si Darwisy, lalu bertanya, “Benarkah ucapan pembantuku?”. Dia menjawab, “Benar”. Aku tidak dapat mempercayai ucapanmu sebelum kau bawa teman-temanmu itu kemari. Aku akan bertanya sendiri kepada mereka.”.
Si Darwisy itu kemudian memanggil teman-temannya. Setelah mereka semua menghadap Habib Alawi, beliau bertanya, “Apakah kalian turut merasa kenyang setelah teman kalian ini makan?”
“Ya, kami semua sekarang sudah merasa kenyang”.
“Mungkin kalian telah bersepakat terlebih dahulu untuk mengatakan ini, aku butuh bukti yang kuat atas ucapa kalian ini, panggillah tukang canduk”.
Setelah tukang canduk datang, lelaki itu berkata kepada teman-temannya,
“Bukalah lengan baju kalian!”. Mereka membuka lengan baju mereka. Tukang canduk lalu mencanduk salah seorang dari mereka. Tetapi dari lengan mereka semua mengalir darah.
Beginilah cinta. Dapatkah kita merasakan cinta seperti ini dan kapankah kita akan mendapat cinta seperti ini. Cinta para pecinta Tuhan.
(via majnun77)